Skip to main content

Pempek, Sensasi Ikan dan Cuko



Pempek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan tenggiri dan tepung sagu, disajikan dengan kuah cuko yang asam, pedas, dan manis. Ada berbagai jenis pempek seperti kapal selam, lenjer, adaan, dan kulit, masing-masing memiliki tekstur dan rasa yang berbeda.

Pempek dipercaya sudah ada sejak masa Kesultanan Palembang sebagai hasil adaptasi dari makanan Tionghoa yang dimodifikasi dengan bahan lokal. Kini pempek menjadi ikon kota Palembang dan salah satu makanan daerah paling populer di Indonesia.

Ikan merupakan makanan sehat yang baik untuk kamu konsumsi secara rutin.Makanan laut tersebut terkenal mengandung banyak nutrisi baik, terutama asam lemak omega 3 yang baik untuk kesehatan otak dan jantung. Ikan tenggiri yang menjadi bahan dasar empek-empek ini pun juga bisa memberikan banyak manfaat kesehatan, mulai dari meningkatkan kesehatan jantung, mencegah diabetes hingga meningkatkan imun tubuh. Namun, karena cara mengolah empek-empek adalah dengan menggoreng menggunakan minyak, camilan satu ini memiliki kalori yang tinggi. Jumlah kalori olahan ikan tersebut bisa bervariasi tergantung ukurannya, jenis ikan yang digunakan, dan jumlah minyak selama penggorengan.



Pempek merupakan makanan khas Palembang dengan berbagai jenis, salah satunya yang terkenal adalah pempek kapal selam, berisi telur ayam dan digoreng. Jenis lainnya antara lain pempek lenjer, bulat (ada’an), kulit, pistel (isi pepaya muda tumis), telur kecil, tahu, tunu, dos, dan keriting.

Dari satu adonan pempek bisa dibuat berbagai olahan seperti laksan, tekwan, model, celimpungan, dan lenggang. Laksan dan celimpungan disajikan dengan kuah santan, sedangkan tekwan dan model memakai kuah bening berisi jamur kuping, kepala udang, dan bumbu pelengkap. Kini juga ada kreasi modern seperti pempek keju, pempek sosis, dan pempek lenggang keju.

Pempek pistel sendiri berisi tumisan pepaya muda (kadang ditambah ebi), dibuat dengan membentuk adonan cekung, diisi, lalu direbus hingga matang.

Sumber: generasimaju.co.id

Jumlah kalori yang terkandung dalam 1 porsi pempek biasanya sekitar 335 kkal yang terdiri dari 14,97 gram lemak, 22,51 gram karbohidrat, 25,83 gram protein. Sering atau terlalu banyak mengonsumsi makanan berkalori tinggi bisa membuat kamu mengalami kenaikkan berat badan dan juga risiko kesehatan lainnya. Empek-empek sering disajikan dengan saus cuko yang manis dan asam. Hindari penggunaan saus yang berlebihan, karena saus cuko sering mengandung gula tambahan. Untuk memberikan nutrisi tambahan, kamu bisa menambahkan sayuran segar seperti mentimun, tauge, atau selada sebagai pelengkap. Sayuran akan memberikan rasa segar dan serat yang baik untuk pencernaan. Selain itu, cobalah untuk mengganti cara memasak empek empek dengan mengukusnya. Hal ini bisa mengurangi jumlah kalori makanan sehat tersebut.




Popular posts from this blog

Rendang, Cita Rasa dari Ranah Minang

Rendang adalah masakan khas Minangkabau (Sumatera Barat) yang terkenal di seluruh dunia. Daging sapi dimasak dengan santan dan campuran lebih dari 10 jenis rempah seperti serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang, dan cabai. Proses memasak rendang bisa memakan waktu hingga 8 jam agar bumbu meresap sempurna dan daging menjadi empuk.

Jenis - Jenis Gudeg Paling Populer

Gudeg  adalah makanan khas dari Yogyakarta yang dibuat dari nangka muda. Nangka ini dimasak dengan santan, daun salam, dan gula merah dalam waktu yang cukup lama. Hasilnya adalah hidangan berwarna cokelat, rasanya manis dan khas, serta teksturnya lembut. Gudeg biasanya disajikan bersama nasi, sambal krecek, ayam kampung, dan telur pindang. Rasa manis yang ada dalam gudeg mencerminkan sifat masyarakat Yogyakarta yang ramah dan lembut. Makanan ini menjadi ikon kuliner yang sering dicari oleh wisatawan, bahkan sekarang banyak warung gudeg yang memiliki cabang di luar negeri. Sumber: Kompas Nama "gudeg" berasal dari bahasa Jawa, yaitu "hangudeg" atau "ngudheg" yang berarti mengaduk. Kata ini merujuk pada proses memasak gudeg yang sesekali diaduk menggunakan centong agar tidak gosong. Istilah ini juga bisa berarti memasak nangka dengan santan dan daun melinjo di dalam kuali besar. Menurut buku Makanan Tradisional Indonesia Seri 2 karya Murdijati Gardjito dkk, g...

Rawon, Si Hitam dari Jawa Timur

Rawon adalah sup daging khas Jawa Timur yang berwarna hitam karena penggunaan bumbu kluwek. Warna hitam pekatnya menjadi ciri khas unik yang membedakannya dari masakan lain di Indonesia. Biasanya, daging sapi direbus lama hingga empuk, lalu dicampur dengan bumbu halus berisi kluwek, bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan lengkuas. Rawon umumnya disajikan bersama nasi putih, tauge pendek, sambal, serta telur asin. Hidangan ini memiliki rasa gurih dengan sedikit sentuhan asam, cocok disantap hangat. Di Surabaya dan Malang, rawon sering menjadi menu andalan di rumah makan tradisional. Keunikan rawon membuatnya sering disebut “black soup of Indonesia” oleh turis mancanegara. Tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol budaya kuliner Jawa Timur yang kaya rasa dan tradisi. sumber: detikcom Rawon daging sapi tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan nutrisi. Berikut adalah beberapa kandungan gizi yang terdapat dalam rawon daging sapi: Protein: Daging sapi adalah sumber protein hewani ya...